Belahan Jiwa
Rasa suka, sayang dan cinta...
Segala perasaan itu katanya akan bereaksi, bertumbuh dan lambat laun berevolusi seiring berjalannya kehidupan ini. Apakah perasaan itu akan tetap sama dengan wujud yang berbeda ataukah memang perasaan-perasaan itu seperti matematika yang dapat dihitung bertambah, berkurang, berkali-kali ataukah terbagi?
Yang ku tau dari cerita hari ini adalah melalui kisah sepasang kekasih, yang kisah kasih-nya disepanjang ruang waktu saling tarik menarik hingga melahirkan cinta yang terus abadi di antara dua insan dengan senada juga harmoni. Nada-nada yang sungguh indah terdengar oleh dua insan, walau terkadang ada kalanya nada fals terdengar, namun tak sampai sumbang habis.
Memang tak ada yang abadi dalam ruang kehidupan ini. Setiap insan memiliki suatu titik henti menurut Penciptanya. Kala saatnya tiba, nada-nada tersebut menjadi memori kenangan indah yang dirindukan dan melahirkan senyum-senyum kecil indah.
Saat itulah insan tersadar, bahwa segala perasaan yang dimulai dari rasa suka, sayang hingga cinta bukanlah masalah tentang reaksi/pertumbuhan atau evolusi belaka. Perasaan itu adalah sebuah Anugerah, yaa hadiah dari Sang Pencipta untuk mengiringi hari-hari dan cerita kita.
Mungkin momen bahagia itu tidak dapat terulang, memori itu indah adanya. Seni yang mengandung kebahagiaan juga ada kalanya beberapa persen mengandung kepedihan sesaat. Namun Anugerah-Nya tidak sesaat, justru melengkapi seluruh cerita kita.
Untuk setiap insan hari ini, berbahagialah hidup dan hidup berbahagialah. Entah itu nada fals kecil, ataukah nada tinggi. Atau mungkin nada yang terdengar biasa-biasa saja. Namun tetap tersenyumlah hari ini untuk kekasihmu, hingga saatnya tiba titik henti itu datang, janganlah ada rasa sesal tetapi adanya nada kisah kasih yang terus menyala dalam bingkai bingkai kenangan.
#SepintasBarisByCHDM
#Monolog
#BelahanJiwa
.png)

Comments
Post a Comment